Marshmallow Test…

Bro sekalian, Marshmallow test (1) sejatinya adalah sebuah penelitian di Stanford University yang dilakukan tahun 1972 oleh Walter Mischel dan Ebbe B. Ebbesen dimana tujuannya adalah untuk mengukur perkembangan kendali Delay Gratification ( kemampuan untuk menunda untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan ) dari sekelompok anak di Bing Nursery School yang masih satu komplek dengan Stanford University . . . Seklompok anak diletakkan di dalam sebuah ruangan Yang bersih dari Distraction. Di depan meja masing masing anak di letakkan 1 Marshmallow yang tentu merupakan kesukaan anak anak dan anak anak diminta menunggu 15 menit jika mereka ingin memperoleh Marshmallow ke dua . . . apa Yang terjadi ?

Ada tiga kelompok anak.

  • Yang pertama adalah yang langsung makan segera setelah Instruktur pergi
  • Yang kedua adalah kelompok akan yang awalnya berusaha bertahan, namun akhirnnya tidak kuat untuk memakan MarshMallow
  • Yang ketiga adalah kelompok anak yang berhasil mengendalikan Delay Gratificationnnya . .menunggu sampai 15 menit

Tidak hanya sampai disana . . Penelitian ini pun berlanjut dan 10 tahun kemudian melalui penelitian dari Mischel, Shoda, & Peake, 1988 (2) . . bahwa anak anak hasil percobaan pertama yang berhasil mengendalikan Delay Gratificationnya, tumbuh menjadi anak anak yang memiliki karakter :

  • Memiliki Kompetensi akademik dan sosial yang lebih | more academically and socially competent, 
  • Cakap Berbicara | verbally  fluent,
  • Rasional | rational,
  • Memiliki Fokus Perhatian Yang bagus | attentive,
  • Perencana yang cakap | planful,  and
  • Dapat mengendalikan diri denganbaik dari Frustasi dan Strees | able  to  deal  well  with  frustration  and stress.

Memang mungkin agak timpang membandingkann Marshmallow test dengan Shaum Ramadhan yang punya ultimate goal membentuk manusia yang bertaqwa,  . . Namun Kalau menurut saya Berpuasa pada Bulan Ramadhan tidak ubahnya test Marshmallow tersebut . . . Bahkan yang dilarang di depan Kita bukan lagi hal hal yang haram, melainkan Hal hal yang halal dilakukan pada bulan bulan lain seperti makan dan minum milik sendiri atau bergaul intim dengan pasangan ( suami istri ) . . . ini adalah test delay Gratification yang lebih Masif

Bro bisa bayangkan, Jika anak anak sudah terbiasa bisa mengendalikan diri dari Sesuatu yang  menarik saja akan membangun 7 karakter baik dalam dirinya, apalagi Shaum ramadhan coba ?. . . dipastikan Efek dari tarbiyah yang diperoleh dari kepompong Shaum ( Puasa ) Ramadhan sangat masif untuk bisa membentuk Manusia dengan karakter terbaik dimuka bumi . . . Pengenkan jadi Manusia Dengan Karakter terbaik ?

*tulisan ini terinspirasi dari kuliah guru saya beberapa hari yang lalu

Taufik of BuitenZorg  (Artikel original kang taufik TMCBlog.com)

Tulisan yg indah dari kang taufik (izin share ya kang) ..semoga bisa menginspirasi kita semua…karena sejatinya jika mau kita pasti bisa makan & minum tanpa diketahui orang lain..tapi kita tidak melakukannya dan menahan sampai waktunya buka..karena kita tau puasa adalah ibadah hanya untuk Allah..ibadah yg tidak terlihat..berbeda dengan ibadah lain yg bisa dilihat orang dan bisa jadi ajang kita pamer..puasa adalah ibadah yg tidak bisa dipertontonkan..puasa atau tidak orang lain tak akan tau..tapi kita tetap puasa..karena kita tau puasa adalah cara kita jujur pada diri sendiri dan pada Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s